Saturday, October 19, 2019
PERINGATAN MAULID NABI MUHAMAMD SAW
Maulid Nabi Muhammad Saw adalah momentum umat muslim untuk meneladani kisah hidup Rasulullah Saw. Menurut kalender Islam, Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal, bulan ini adalah bulan ketiga yang terdiri dari 30 hari. Bulan ini merupakan bulan yang sangat istemewa karena pada bulan tersebut dilahirkan manusia terbaik utusan Allah yang mulia. Hari senin 12 Rabiul Awal 576 M, tepatnya 1400 abad yang lalu, baginda Nabi Muhammad Saw dilahirkan dari pasangan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah RA.
Peringatan Maulid nabi di Indonesia sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak masa kemerdekaan. Setiap tahun hari kelahirannya dirayakan oleh muslim di seluruh pelosok Indonesia.
Ada perbedaan pendapat tentang peringatan Maulid nabi Muhammad SAW,
Al Imam Al-Suyuti dari kalangan ulama' Syafi'iyyah mengatakan :
"Perayaan maulid termsuk bid'ah yang baik, pelakunya mendapat pahala. Sebab di dalamnya terdapat sisi mengagungkan derajad Nabi Saw dan menampakan kegembiraan dengan waktu dilahirnkannya Rasulullah Saw"
Dalam kesempatan lain beliau mengatakan :
"Sunah bagi kami untuk memperlihatkan rasa syukur dengan cara memperingati maulid Rasulullah Saw, berkumpul, membagikan makanan dan beberapa hal lain dari berbagai macam bentuk ibadah dan luapan kegembiraan".
Dari kalangan Hanafiyyah, Syaikh Ibnu 'Abidin mengatakan :
"Ketahuilah bahwa salah satu bid'ah yang terpujji adalah perayaan maulid Nabi pada bulan dilahirkan Rasulullah Muhammad Saw."
Al Imam Ibnu al-Haj ulama' dari kalangan madzhab Maliki mengatakan :
"Tidaklah suatu rumah atau tempat yang di dalamnya dibacakan maulid Nabi Saw, kecuali malaikat mengelilingi penghuni tempat tersebut dan Allah memberi mereka limpahan rahmat dan keridloan."
Al Imam Ibnu Taimiyyah dari kalangan madzhab Hanbali mengatakan :
"Mengagungkan maulid Nabi Saw dan menjadikannya hari raya telah dilakukan oleh sebagian manusia dan mereka mendapat pahala besar atas tradisi tersebut, karena niat baiknya dan karena telah mengagungkan Rasulullah Saw."
Dari beberapa keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tradisi merayakan maulid Nabi Saw merupakan bid'ah yang baik (disunnahkan), meski tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi Saw, karena di dalamnya terdapat sisi mengagungkan dan kecinataan kepada Rasulullah Saw.
Menurut Ustadz kenamaan Indonesia, Ustadz Abdus Somad dalam ceramahnya menjelaskan terkait hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Dalam ceramahnya beliau memaparkan beberapa Alhadist serta pendapat ulama besar mengenai dasar diperbolehkannya Maulid Nabi Muhammad Saw.
"Manfaat positif peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw salah satunya adalah orang-orang akan bersilaturahmi satu sama lain. Bukan setahun sekali, melainkan setiap minggu dihari Senin," ungkap Ustadz Abdus Somad.
Beliau menjelaskan, Rasulullah Saw pernah ditanya mengapa melaksanakan puasa hari Senin. Salah satunya adalah Rasulullah Saw ternyata mengenang hari lahirnya sendiri. Ustadz Abdus Somad mengutip salah satu hadist Rasulullah Saw menjawab ,"Pada hari ini aku dilahirkan dan hari ini aku dibangkitkan (atau hari itu diturunkan [Alquran] kepadaku)." (HR Muslim)
Pendapat lain yang dijelaskan Ustadz Abdus Somad berasal dari Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani:
"Hukum asal melaksanakan maulid adalah bid'ah, tidak terdapat dari seorangpun dari kalangan Salafushshalih dari tiga abad (pertama). Akan tetapi maulid itu juga mengandung banyak kebaikan dan sebaliknya. Siapa yang dalam melaksanakannya mencari kebaikan-kebaikan dan menghidnari yang tidak baik, maka maulid itu adalah bid'ah hasanah."
Ustadz Abdus Somad sering mengatakan bahwa untuk menghadapi perbedaan yang kecil sebenarnya sangat mudah, jika kita setuju maka laksanakan, akan tetapi jika tidak setuju maka jangan kita menghina dan mencaci orang yang berbeda pendapatnya. karena masing masing pendapat sudah tentu memiliki dalil-dalil dan hujahnya masing-masing.
Wallahua'lam.
Wednesday, October 16, 2019
Thursday, January 5, 2017
KEWAJIBAN SHALAT BERJAMAAH
Memeluk agama Islam berarti sudah tahu bahwa Hadits dan Al-Qur’an merupakan dua hal yang dijadikan pegangan hidup dan dari situ jugalah kita yang ingin tahu tentang wajib atau sunnahnya shalat berjama’ah di Masjid bagi laki-laki bisa mendapatkan jawaban. Shalat adalah ibadah yang diwajibkan kepada setiap umat Islam dan shalat berjama’ah itu hukumnya wajib bagi laki-laki. Berikut inilah beberapa buktinya;
1. Allah yang langsung memerintahkan dalam al-Quran agar shalat berjamaah.
Allah SWT berfirman, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”. (Al-Baqarah: 43)
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata; "makna firman Allah “rukuklah beserta orang-orang yang rukuk, faidahnya yaitu tidaklah dilakukan kecuali bersama jamaah yang shalat dan bersama-sama.”
2.Saat-saat perang berkecamuk, tetap diperintahkan shalat berjamaah. Maka apalagi suasana aman dan tentram. Dan ini perintah langsung dari Allah dalam al-Quran.
Allah SWT berfirman, “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.” (An-Nisa’ 102)
Ibnu Mundzir rahimahullah berkata, “pada perintah Allah untuk tetap menegakkan shalat jamaah ketika takut (perang) adalah dalil bahwa shalat berjamaah ketika kondisi aman lebih wajib lagi”.
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah menjelaskan,“Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, Seandainya hukumnya sunnah tentu keadaan takut dari musuh adalah udzur yang utama. Juga bukan fardhu kifayah karena Alloh menggugurkan kewajiban berjamaah atas rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama… dan Allah tidak memberi keringanan bagi mereka untuk meninggalkan shalat berjamaah dalam keadaan ketakutan (perang).“
3.Orang buta yang tidak ada penuntut ke masjid tetap di perintahkan shalat berjamaah ke masjid jika mendengar adzan, maka bagaimana yang matanya sehat?
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, “Seorang buta pernah menemui Rasulullah SAW dan berujar, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid.” Lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah SAW untuk shalat di rumah, maka beliaupun memberikan keringanan kepadanya. Ketika orang itu beranjak pulang, beliau kembali bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan shalat (adzan)?” laki-laki itu menjawab, “Ia.” Beliau bersabda, “Penuhilah seruan tersebut (hadiri jamaah shalat).” (HR Muslim)
Dalam hadits yang lain yaitu, Ibnu Ummi Maktum (ia buta matanya). Dia berkata,“Wahai Rasulullah, di Madinah banyak sekali tanaman dan binatang buas. Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kamu mendengar seruan adzan hayya ‘alash sholah, hayya ‘alal falah? Jika iya, penuhilah seruan adzan tersebut”. (HR Abu Daud)
4.Wajib shalat berjamaah di masjid jika mendengar adzan
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, kecuali bila ada uzur.” (HR Abu Daud)
5.Rasulullah SAW memberikan ancaman kepada laki-laki yang tidak shalat berjamaah di masjid dengan membakar rumah mereka.
Rasulullah SAW bersabda,“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari)
Ibnu Mundzir rahimahullah berkata,“keinginan beliau (membakar rumah) orang yang tidak ikut shalat berjamaah di masjid merupakan dalil yang sangat jelas akan wajib ainnya shalat berjamaah di masjid”.
6. Tidak shalat berjamaah di masjid di anggap “munafik” oleh para sahabat.
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:“Menurut pendapat kami (para sahabat), tidaklah seseorang itu tidak hadir shalat jamaah, melainkan dia seorang munafik yang sudah jelas kemunafikannya. Sungguh dahulu seseorang dari kami harus dipapah di antara dua orang hingga diberdirikan si shaff (barisan) shalat yang ada.” (HR Muslim)
7.shalat berjamaah mendapat pahala lebih banyak
Dalam satu riwayat 27 kali lebih banyak
Rasulullah SAW bersabda,“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 27 derajat.” (HR Bukhari)
diriwayat yang lain 25 kali lebih banyak:
Rasulullah SAW bersabda,“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan 25 derajat.” (HR Muslim)
Banyak kompromi hadits mengenai perbedaan jumlah bilangan ini. Salah satunya adalah “mafhum adad” yaitu penyebutan bilangan tidak membatasi.
8.Kutamaan shalat berjamaah yang banyak
Rasulullah SAW bersabda,“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”
9.Tidak shalat berjamaah akan dikuasai oleh setan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,“Tidaklah tiga orang di suatu desa atau lembah yang tidak didirikan shalat berjamaah di lingkungan mereka, melainkan setan telah menguasai mereka. Karena itu tetaplah kalian (shalat) berjamaah, karena sesungguhnya srigala itu hanya akan menerkam kambing yang sendirian (jauh dari kawan-kawannya).” (HR Abu Daud)
10.Amal yang pertama kali dihisab adalah shalat, jika baik maka seluruh amal baik dan sebaliknya, apakah kita pilih shalat yang sekedarnya saja atau meraih pahala tinggi dengan shalat berjamaah?
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa ‘Azza berfirman kepada para malaikat-Nya -padahal Dia lebih mengetahui, “Periksalah shalat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?” Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, “Periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?” Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.” Selanjutnya semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.” (HR Abu Daud)
sumber : www.muslimafiyah.com
_Ingin Mulia? Ayo SHalat Jamaah di Masjid_
Monday, January 2, 2017
WAJIB SETIAP MUSLIM MENUNTUT ILMU
Hukum menuntut ilmu menurut islam adalah wajib "Tapi tidak wajib pintar" yang wajib hanya menuntutnya saja, seandanya pintar hukumnya di fardukan, maka akan menjadi tidak adil, karena ketika tidak pintar akan berdosa. (pintar dalam arti lebih dari pada sekadar bisa), sama halnya dengan ikhtiar (berusaha) hukumnya wajib tapi tidak di fardukan untuk kaya kalau di fardukan kaya kasihan yang miskin (berdosa). Berarti intinya adalah mau pintar atau kaya yang penting berusaha lillahi ta’ala.
Menuntut Ilmu menurut Islam hukumnya adalah Fardhu ‘Ain wajib bagi islam laki-laki maupun islam perempuan, kenapa? agar mereka tergolong menjadi umat yang cerdas, jauh dari kabut kejahilan dan kebodohan, disamping wajib menurut perintahnya Allah dan Rasulnya juga agar mampuh menjalankan perintahnya dan meninggalkan laranganya itulah intisari dari pada ilmu yang sebenar-benarnya.
Menuntut ilmu artinya berusaha menghasilkan segala ilmu, baik dengan jalan bertanya, melihat, ataupun mendengar. Perintah kewajiban menuntut ilmu terdapat dalam hadis Rasulullah SAW, "Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan." (HR. Ibn Abdul Barr)
Dari hadis di atas dapat kita ambil pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya untuk menuntut ilmu, baik bagi laki-laki ataupun perempuan. Dengan ilmu yang dimilikinya, seseorang dapat mengetahui segala bentuk kemaslahatan dan jalan kemanfaatan. Dengan ilmu pula, ia dapat menyelami hakikat alam, mengambil pelajaran dari pengalaman yang didapati oleh umat terdahulu, baik yang berhubungan dengan masalah-masalah akidah, ibadah, ataupun yang berhubungan dengan persoalan keduniaan. Rasulullah SAW. bersabda : "Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) di akhirat, wajiblah ia memiliki ilmunya pula; dan barang siapa yang menginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-keduanya pula." (HR.Bukhari dan Muslim).
Islam mewajibkan kita untuk menuntut berbagai macam ilmu dunia yang memberi manfaat dan dapat menuntun kita mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan dunia. Hal tersebut dimaksudkan agar tiap-tiap muslim tidak picik, dan agar setiap muslim dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang dapat membawa kemajuan bagi segenap manusia yang ada di dunia ini dalam batasan yang diridhai oleh Allah swt.
Demikian pula Islam mewajibkan kita menuntut ilmu akhirat, karena dengan mengetahuinya kita dapat mengambil dan menghasilkan suatu natijah, yakni ilmu yang dapat diamalkan sesuai dengan perintah syara'.
Jika ditinjau dari segi orang yang memiliki ilmu dengan orang yang tidak memiliki ilmu, maka sungguh jauh sekali perbedaannya. Baik dari segi nilainya maupun derajatnya, sebagaimana firman Allah SWT : "Katakanlah, 'Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar 39: 9)
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: "Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujãdalah 58: 11)
Ayat-ayat tersebut menggambarkan, betapa tingginya nilai dan derajat orang yang berilmu. Dengan ilmu manusia akan memperoleh segala kebaikan, dan dengan ilmu pula manusia akan memperoleh kedudukan yang mulia. Walaupun dimungkinkan pada suatu ketika pandangan manusia terhadap ilmu atau pemilik ilmu menjadi kabur, karena kerasnya pengaruh benda-benda dan pergeseran nilai kehidupan yang lain, tetapi kita yakin pada suatu ketika manakala bahaya yang ditimbulkan oleh benda-benda atau lainnya telah menghebat, niscaya orang akan kembali lagi mencari ilmu untuk mengatasi masalah yang ada sebagai pengobatnya.
Sebanyak apapun Prestasi kita, Setinggi apapun Gelar kita, Sesukses apapun Karir Kita,
Kita tetap Wajib menuntut Ilmu (Agama).
Tuesday, December 27, 2016
ADAB TIDUR RASULULLAH
1. Berwudhu ketika akan tidur
“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari)
2. Membaca doa akan tidur
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup). Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)
Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At Tarmidzi)
3. Miring ke sebelah kanan
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad saw pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan“.
4. Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah kanan
“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud)
5. Membaca surat surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas
Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)
6. Tidurlah di awal malam
“Beliau saw tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam.” (Mutafaq ’Alaih)
“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR Al-Bukhari)
7. Tidak tidur dengan posisi telungkup (tengkurap)
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud)
8. Berdoa ketika bangun tidur
“Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)
9. Mengusap Bekas tidur
“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya” (HR. Muslim)
10. Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur
Beristinsyaq dan beristintsaar adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari hidung.
“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari Muslim)
Demikianlah Rasulullah Muhammad saw menunaikan hak-hak tidur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dan sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, maka sudah sepatutnya umat muslim menunaikan nikmat tidur tersebut sebagaimana yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
_berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu (al hadist)_
Tuesday, December 20, 2016
SHALAT TAHAJUD MENGABULKAN DOA KITA
Sholat malam ini banyak sekali manfaat nya, dan terkadang sholat tahajud mendatangkan beberapa keajaiban yang tidak terduga, Subhanallah. sebagaimana firman Allah Surat Al-Isra’ ayat 79 yang berbunyi: “Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat engkau ke tempat yang terpuji.”
Sholat tahajud merupakan sholat sunnah yang diajarkan oleh Nabi, namun kita dianjurkan tuk melaksanakan sesering mungkin, karena manfaat sholat tahajud sungguh besar.
Walaupun mungkin terasa berat, apabila kita terbiasa melakukannya, Insya Allah, sholat tahajud merupakan jawaban atas beberapa rasa stres ataupun segala permasalahan yang ada.
Manfaat yang akan di dapatkan ketika melaksanakan sholat tahajud, di antaranya:
1. Dikabulkannya Doa-doa
Manfaat sholat tahajud yang pertama adalah dikabulkannya doa-doa. Seperti yang kita ketahuai, sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur terlebih dahulu karena arti kata tahajud adalah bangun pada malam hari. Paling utama, sholat tahajud yang dikerjakan pada sepertiga malam sampai menjelang masuk waktu sholat subuh. Pada waktu inilah Allah SWT mengabulkan doa-doa hambanya. Hal ini berdasarkan Sabda Rasulullah SAW, "Perintah Allah turun ke langit di waktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam, lalu berseru, adakah orang-orang yang memohon (berdoa) pasti akan kukabulakn, adakah orang yang meminta, pasti akan Kuberikan dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan kuampuni baginya sampai tiba waktu Subuh." (Al-Hadis).
2. Allah Mengangkat Derajat ke Tempat yang Terpuji
Manfaat sholat tahajud yang kedua adalah Allah SWT akan mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Keterangan tentang ini dapat kita baca dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra' , "Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (QS A1-Isra 17:79).
Selain itu, keterangan lain dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah yang diriwayatkan Abi Darda r.a, bahwa Rasulullah bersabda,"Ada 3 macam manusia, Allah SWT mencintai mereka, tersenyum kepada mereka, dan merasa senang dengan mereka, yaitu salah satunya adalah orang yang memiliki istri cantik serta tempat tidur lembut dan bagus. Kemudian ia bangun malam (untuk sholat), lalu Allah SWT berkata: 'Ia meninggalkan kesenangannya dan mengingat Aku. Seandainya ia berkehendak, maka ia akan tidur." (Riwayat Ath-Thabrani).
3. Mendekatkan Diri Kepada Allah
Manfaat sholat tahajud yang ketiga adalah sebagai media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini dikuatkan lewat keterangan hadis Rasullullah SAW, "Hendaklah kalian melaksanakan sholat malam karena sholat malam itu merupakan kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, ibadah yang mendekatkan diri kepada Tuhan kalian, serta penutup kesalahan dan penghapus dosa." (HR. Tirmidzi, Al-Hakim, Baihaqi. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaa Al Ghalil).
Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah SAW, "Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain". (Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).
4. Menjauhkan Diri dari Kelalaian Hati
Manfaat sholat tahajud yang keenam adalah menjauhkan diri dari kelalaian hati. Penjelasan tentang ini dapat ditemukan dalam hadis Rasulullah SAW, "Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas." (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).
5. Meringankan Lamanya Berdiri pada Hari Kiamat
Manfaat sholat tahajud yang kedelapan adalah meringankan kita ketika berdiri pada hari kiamat nanti. Keterangan tentang ini sesuai yang pernah diungkapkan Ibnu Abbas ra, yang berkata, "Barang siapa yang senang bila lamanya berdiri di hari kiamat diringankan oleh Allah, maka hendaklah ia memperlihatkan dirinya kepada Allah di malam hari dengan sujud dan berdiri mengingat hari akhir." (Ibnu Jarir Ath-Thabari, tafsir Ibnu Jarir).
6. Mencegah Perbuatan Dosa dan Menghapus Kejahatan
Manfaat sholat tahajud yang kesembilan adalah dapat mencegah diri dari perbuatan dosa dan menghapus kejahatan. Ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahli ra, "Hendakah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan." (Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim)
7. Muka Tampak Berkilau dan Bercahaya
Manfaat sholat tahajud yang kesepuluh adalah membuat muka berkilau dan bercahaya. Tentang ini, pernah suatu ketika Hasan Al-Basri ra ditanya oleh seseorang, "Mengapa orang yang bertahajud di waktu malam memiliki muka yang bagus?". Hasan Basri menjawab:
"Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan kepada mereka sebagian dari cahaya-Nya." (Al-Maqrizi, Mukhtasar Qiyaamallail).
Terkait dengan ini pula, Imam Ibnul Qayyim pernah berkata:
"Sesungguhnya sholat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Sebagian istri memperbanyak melaksanakan sholat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, ‘Sholat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang bila wajah kami menjadi lebih bagus".
8. Dapat Melancarkan Aliran Darah
Manfaat sholat tahajud yang kesebelas adalah dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh. Bangun pada pukul 02.30 untuk melaksanakan sholat tahajud ternyata sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada waktu tersebut, udara disekitar sangat segar bebas dari polusi. Pada saat itu juga, tubuh mempunyai kesempatan untuk menggerak-gerakkan seluruh otot yang membuat tubuh lebih segar dan aliran darah terasa lebih lancar.
9. Jaminan Masuk Surga
Manfaat sholat tahajud ke-12 adalah mendapat jaminan masuk surga. Ini sesuai dengan keterangan dari sabda Rasulullah SAW, "Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, sholat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat". (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmidzi).
10.Penyelamat dari Siksa Neraka
Manfaat sholat tahajud yang ke-14 adalah dapat menyelamatkan diri dari siksa api neraka. Tentang ini, Ibnu Umar r.a pernah meriwayatkan bahwa pada masa Rasulullah SAW, ketika seseorang bermimpi, ia akan menceritakan mimpi tersebut ke Rasulullah SAW. Aku pun berharap mendapat mimpi yang dapat kuceritakan kepada Rasulullah SAW. Dia berkata, "Aku adalah seorang anak muda perjaka. Aku tidur di masjid pada Rasululullah Saw, maka aku bermimpi seakan-akan dua malaikat mengambilku dan membawaku ke neraka, ternyata ia adalah bangunan seperti bangunan sumur. Ia memiliki dua palang seperti palang sumur. Di dalamnya terdapat manusia yang telah aku kenal. Maka aku mulai mengucapkan, 'Aku berlindung dengan nama Allah dari neraka'. Kemudian seorang malaikat menemui keduanya, maka dia berkata kepadaku, 'Janganlah takut!' (Mimpi ini) aku ceritakan kepada Hafshah, maka Hafshah menceritakannya kepada Rasulullah dan beliau bersabda, "Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah, andaikata dia mengerjakan sholat pada waktu malam." Salim berkata, 'setelah itu Abdullah tidak tidur pada malam hari kecuali hanya sebentar." (HR Bukhari dan Muslim).
Mungkin manfaat sholat tahajud tidak dapat kita sadari dalam jangka waktu dekat, tetapi akan berdampak di waktu yang akan datang, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala Nya. Allah sungguh akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang rela mengerjakan sholat tahajud.
__Ingin Bahagia!!!Shalat malam di saat manusia yang lain tertidur__
Friday, December 16, 2016
BERINFAK DENGAN HARTA YANG BURUK
Disuatu
kebun buah yang luas, berdiri sepasang suami istri yang tak lain adalah pemilih
kebun nan luas tersebut.
“Berat
sekali rasanya menginfakkan sebagian hasil kebun kita ini.” Kata istri kepada
suaminya.
Sang suami memandang
hasil kebun mereka. Buah-buah kurma yang besar dan segar, rasanya manis, dan
daging buahnya lembut. Madinah memang terkenal sebagai penghasil kurma terbaik.
“Aku juga
merasa begitu istriku,” sahut suami. “Hmm...bagaimana kalau kita berinfak dengan
buah-buahan yang tidak layak dijual saja?”
“wah..usul
yang bagus itu,” seru istrinya.
Ketika
sampai dirumah mereka berdua memilih buah kurma basah yang rusak, kurma jelek
yang tidak keras bijinya, serta kurma yang telah patah tandannya. Apa yang
mereka infakkan benar-benar hasil kebun yang jelek kualitasnya. Padahal, jika
diberi kurma seperti itu, mereka pasti takkan mau memakannya.
Tak lama
setelah mereka menginfakkan kurma dengan kualitas jeleknya, mereka lalu menjual
hasil kurma mereka yang baik. Hari demi hari kurma mereka tak kunjung terjual.
Segala cara mereka menawarkan kepada pembeli namun tak satupun kurma mereka
terjual.
Alhasil, setelah
lama tak kunjung terjual kurma merekapun mulai rusak, hingga kurma itupun tak
layak untuk dimakan hampir sama dengan kurma yang mereka infakkan.
Dari kisah
di atas kita dapat mengambil hikmah, bahwa segala sesuatu yang kita infakan
atau sedekahkan haruslah yang baik. Sebagaimana yang telah Allah perintahkan
kepada kita,
Allah
berfirman, “Wahai orang-orang yang
beriman! infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian
dari apa yang kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang
buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa
Allah maha kaya, dan maha terpuji.” (QS Al Baqarah 2:267).
Tuesday, December 13, 2016
LARANGAN MUSLIM MENGUCAPKAN "SELAMAT NATAL"
Menjelang akhir Desember, banyak muslim bertanya
tentang hukum mengucapkan selamat natal. Tidak sedikit umat muslim yang kemudian
mengucapkan selamat natal dengan berbagai alasan.
Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah
bermasalah, apalagi yang berpendapat demikian adalah orang kafir. Namun hal ini
menjadi masalah yang besar ketika seorang muslim mengucapkan ucapan selamat
natal.
Ada juga sebagian diantara kaum muslim berpendapat
sama dengan orang kafir dengan alasan toleransi dalam beragama. Bentuk toleransi
bisa dengan cara membiarkan saja mereka berhari raya tanpa turut serta dalam
acara mereka, termasuk tidak perlu mengucapkan selamat natal. Jika mereka tidak
menghargai aturan dalam agama kita yang melarang mengucapkan selamat natal,
berarti siapa yang tidak toleransi dalam beragama!?
Islam mengajarkan kemuliaan dan akhlak terpuji, tidak
hanya perlakuan baik terhadap sesama muslim, namun juga kepada orang kafir. Bahkan
seorang muslim dianjurkan berbuat baik kepada orang-orang kafir, selama orang-orang
kafir tidak memerangi kaum muslim.
Allah SWT berfirman, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu
dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS
Al Mumtahanah 60:8)
Namun hal itu dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk
menggeneralisir sikap baik yang dilakukan oleh seorang muslim kepada
orang-orang kafir. Sebagian orang menganggap bahwa mengucapkan ucapan selamat
hari natal merupakan suatu bentuk perbuatan baik kepada orang-orang nasrani.
Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa perayaan bagi
kaum muslim hanya ada dua, yaitu idul fitri dan idul adha.
Anas bin Malik ra. Berkata, “Ketika Rasulullah datang
ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang senang dan
bermain main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa
Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya
dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (Idul Adha) dan hari
raya Idul Fitri .” (HR Ahmad).
Sebagai muslim yang taat, cukuplah petunjuk
Rasulullah SAW sebaik-baik petunjuk.
Ketika kita mengucapkan selamat atas sesuatu, pada
hakikatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan. Begitu juga dengan seorang
muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nasrani seakan-akan orang yang
mengucapkannya menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka
menganggap bahwa hari natal adalah kelahiran tuhan mereka, dan mereka
menganggap bahwa Nabi Isa As. Adalah tuhan mereka. Bukankan hal itu merupakan
kekufuran yang sangat nyata. Allah berfirman, “Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku.” (QS Al Kafirun 109:6)
Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nasrani dalam salam (ucapan
selamat).” (HR Muslim). Ucapan selamat natal termasuk di dalam larangan
hadist ini.
Tidak asing lagi bahwa sebagian kaum muslim turut
berpartisipasi dalam perayaan natal. Kita lihat ketika di pasar, di jalan dan
pusat perbelanjaan, sebagian kaum muslim ada yang berpakaian dengan pakaian
khas perayaan natal.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari
mereka.” (HR Ahmad dan abu Dawud)
Dr. Zakir Naik menjelaskan hakikat dibalik ucapat
selamat hari natal. “Ketika anda mengucapkan natal, sebenarnya anda telah
melakukan pengakuan (naudzubillah) bahwa Allah SWT telah melahirkan seorang
anak pada 25 Desember. Biarkan kami mengoreksi mereka ketika anda mengucapkan
selamat natal kepada umat kristiani. Anda memberikan pengakuan. Anda memberikan
kesaksian bahwa Allah SWT melahirkan seorang anak pada 25 Desember.”
Meskipun ucapan selamat natal hanyalah sebuah ucapan
yang ringan, namun menjadi masalah yang berat dalam hal aqidah. Terlebih lagi,
jika ada di antara kaum muslimin yang membantu perayaan natal, misalnya dengan
membantu menyebarkan ucapan selamat hari natal, atau yang lebih parah lagi
memakai pakaian khas acara natal.
Allah berfirman, “Dan
tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.Bertakwalah kepada Allah, sungguh,
Allah sangat berat siksa-Nya” (QS Al Maidah 5:2)
Sikap toleransi beragama sangat dibutuhkan di setiap kehidupan,
dengan menghargai kita sebagai umat muslim untuk tidak memberikan ucapan
selamat hari natal kepada mereka, hal itu bisa diartikan bahwa mereka telah
menunjukkan sikap toleransi kepada kita.
LARANGAN MERAYAKAN TAHUN BARU BAGI UMAT MUSLIM
Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1
Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma,
ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan
sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu
oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar
penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana
yang dilakukan orang-orang Mesir.
Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung
sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM,
sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar
setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara
teoritis bisa menghindari penyimpangan
dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia
mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian
nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Caesar
Augustus, menjadi bulan Agustus.
Saat ini tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai
salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama
menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur nasional untuk
semua warga dunia.
Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang
Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut
kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus Gregorius
XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh
dunia merayakannya pada tanggal tersebut.
Perayaan Tahun
Baru Masehi Menurut Islam
Allah berfirman, “Dan orang-orang yang tidak
memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang)
yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan
menjaga kehormatan dirinya.” (QS Al-Furqan 25:72)
Alam ayat tersebut terdapat kata “perbuatan-perbuatan
yang tidak berfaedah). Menurut Ulama Tafsir Ibn Kasir, maksud kata tersebut
adalah perayaan-perayaan orang kafir. Jelas dari ayat ini Allah melarang kaum
muslim menghadiri perayaan kaum musyrikin.
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari
mereka.” (HR Ahmad dan Abu Daud)
Dari hadist tersebut sudah jelas kita sebagai umat
islam diperintahkan untuk tidak mengikuti kebiasaan orang kafir seperti
perayaan Tahun Baru Masehi. Lebih baik isi dengan amalan-amalan shaleh agar
kita semua menjadi orang yang beruntung.
Sejak dulu Rasulullah SAW psudah mewanti-wanti bahwa
umat ini memang akan mengikuti jejak orang persia, Yahudi, Romawi dan Nasrani.
Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian ataupun berhari raya.
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah, “Kiamat tidak akan terjadi
hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal,
sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang bertanya kepada Rasulullah, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia
dan Romawi?”. Beliau menjawab, “Selain
mereka, lantas siapa lagi.” (HR Abu Hurairah)
Dalam hadist lain Rasulullah bersabda, “Sungguh kalian akan mengikuti jalan
orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta
sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh
liku-liku), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah , apakah yang diikuti itu
adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau
menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR
Abu Said Al Khudri)
Yang dimaksud dengan sejengkal dan hasta serta lubang
dhob (lubang hewan tanah yang penuh liku-liku), adalah permisalan bahwa tingkah
laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nasrani. Yaitu
kaum muslimin mencontoh mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan,
bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi
beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.
Bagi umat muslim, sudah sangatlah jelas untuk tidak
ikut merayakan tahun baru masehi, karena dengan ikut merayakannya berarti kita telah
ikut andil menyemarakkan perayaan yang biasa dilakukan kaum yahudi. Dengan
demikian kita juga ikut berperan menggelapkan jejak sejaran islam.
Mudah-mudahan kita semua selalu diberi petunjuk untuk tidak terpedaya oleh
kebiasaan kebiaasan yang menyimpang dari islam.
Monday, December 12, 2016
BERSEDEKAH DENGAN SHALAT
Shalat merupakan sedekah seseorang terhadap dirinya. Dengan shalat
kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bersyukur atas nikmat yang
diberikan-Nya. Kedudukan shalat dalam islam diantaranya terlihat dari proses
perintahnya. Shalat diperintahkan langsung dari langit dalam perjalanan isra’
dan mi’raj Rasulullah SAW dan tanpa perantara. Proses diwajibkannya shalat
berbeda dengan ibadah fardu lainnya. Shalat merupakan pemisah antara iman dan
kafir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Perbedaan
antara kafir dan iman adalah meningglkan shalat.” (HR At-Tarmidzi). Para
ulama menghukumi kafir orang yang meninggalkan shalat karena ingkar, dan
memvonis fasik jika meninggalkannya dengan alasan malas.
Shalat adalah faktor utama dalam meraih keberuntungan, sebagaimana firman
Allah SWT, “Sungguh beruntung orang-orang
yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya.” (QS Al
Mukminun 23:1-2)
Shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah SAW menjelang wafatnya.
Beliau bersabda, “(Jagalah) Shalat dan
budak yang engkau miliki.” (HR Ibnu Majah).
Beberapa amalan yang berkaitan dengan shalat dan termasuk sedekah
adalah sebagai berikut;
1. Shalat sunnah Dhuha
Rasulullah SAW bersabda, “Begitu
pagi tiba setiap persendian kalian hendaknya bersedekah. Setiap tasbih adalah sedekah,
setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir
adalah sedekah, mengajak pada kebaikan adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran
adalah sedekah. Semua itu dicukupi dengan shalat Dhuha dua rakaat.” (HR
Muslim).
2. Menuju masjid untuk tunaikan shalat
Rasulullah SAW bersabda, “Setiap
langkah yang diayunkan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR
Muslim).
Berjalan menuju masjid untuk melaksanakan shalat berarrti memenuhi
seruan Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Abdullah bin Mas’ud
menuturkan, “Barang siapa ingin bertemu
dengan Allah dalam keadaan Muslim, maka segeralah shalat saat azan memanggil.
Allah mengarahkan jalan petunjuk kepada nabi kalian. Dan, shalat termasuk jalan
petunjuk itu. Jika kalian shalat di rumah seperti orang yang berhalangan,
berarti kalian telah meninggalkan sunnah nabi kalian. Jika kalian meninggalkan
sunnah nabi, berarti kalian telah sesat.” (HR Muslim).
Berjalan meuju masjid menunjukkan keimanan seseorang, sebagaimana
sabda Rasulullah SAW, “Jika kalian
melihat orang yang membiasakan diri ke masjid, maka bersaksilah akan
keimanannya. Allah SWT berfirman : ‘Yang memakmurkan masjid-masjid Allah
hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian’ (QS
At-Taubah 9:18).” (HR At-Tarmidzi).
3. Menani shalat sama dengan shalat
Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang
di antara kalian tidak bangun untuk menunggu shalat, selama tidak berhadas,
maka malaikat berdoa, “Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.”
Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang di antara kalian
masih berada dalam shalat selama ia menanti shalat. Tiada sesuatu yang
menahannya untuk kembnali kepada keluarganya selain shalat.” (HR Muslim)
Orang yang menanti shalat, agar dapat menunaikan shalat tepat waktu
dan berjamaah, hatinya selalu terkait dengan masjid, shalat, dan dzikir kepada
Allah SWT. Karena itu, menunggu shalat merupakan ibadah yang akan dibalas
dengan pahala shalat, sebagaimana disebutkan oleh hadist di atas, menunggu
shalat agar dapat pahala shalat harus memenuhi dua syarat;
Pertama, dalam keadaan suci, sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Selama tidak berhadas.” Yang dimaksud
hadas disini, tidak terbatas pada hal-hal yang membatalkan wudhu saja,
melainkan juga mencakup segala bentuk maksiat dan perbuatan tercela, seperti
memaki, gibah, mencela, menyiksa, menyakiti, dan perbuatan maksiat lainnya yang
dilakukanoleh lisan dan tangan.
Kedua, tujuan menunggu di masjid adalah untuk shalat, bukan untuk
tujuan lain. Sabda Rasulullah SAW, “Tiada
sesuatu yang menahannya untuk kembali kepada keluarganya selain shalat.”.
Orang yang menunggu shalat sesuai dua syarat di atas berhak
mendapatkan rida dan pahala dari Allah SWT serata permohonan rahmat dan ampunan
dari maksiat
4. Amalan Setelah Shalat
Abu Hurairah r.a meriwayatkan, bahwa beberapa orang miskin Muhajirin
mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Orang yang memiliki harta yang banyak
mendapatkan derajat yang tinggi, kenikmatan, dan kedudukan.”
“Kenapa?” tanya Rasulullah SAW.
“Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami
berpuasa. Mereka bersedekah sebagaimana dan memerdekakan budak, namun kami
tidak mampu melakukan itu.”
“Maukah kalian kuajarkan sesuatu yang dengannya kalian dapat mencapai
apa yang diperoleh generasi sebelum kalian, melampaui generasi sesudah kalian,
dan tiada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali orang yang melakukan
seperti yang kalian lakukan?”
“Tentu, wahai Rasulullah!”
“Bacalah tasbih, takbir, dan tahmid setiap shalat sebanyak 33 kali.”
Suatu ketika beberapa orang miskin muhajirin itu kembali menemui
Rasulullah seraya berkata, “Saudara-saudara kami dari kalangan berada mendengar
apa yang kami lakukan, lalu mereka pun melakukan hal yang sama.”
Rasulullah SAW bersabda, “Itulah karunia Allah yang diberikan kepada
siapa yang dikehendaki.” (HR Muslim).
Amalah setelah shalat termasuk kesempurnaan shalat, penyebab
diterimanya shalat, tanda cinta seseorang hamba kepada Tuhannya, dan keinginan
untuk mendekat pada-Nya dengan dzikir dan pujian. Amalan setelah shalat juga
berfungsi membenahi segala kekurangan yang terdapat dalam shalat, lahir maupun
batin.
5. Bergegas berangkat shalat Jumat
Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang mandi pada hari Jumat seperti
mandi junub, kemudian berangkat ke masjid, maka ia seperti bersedekah seekor
unta. Orang yang berangkat pada waktu kedua, maka ia seperti bersedekah seekor
sapi. Orang yang berangkat pada waktu ketiga, maka ia seperti bersedekah seekor
domba yang bertanduk. Orang yang berangkat pada waktu keempat, ia seperti
bersedekah seekor ayam. Dan orang yang berangkat waktu kelima., ia seperti
bersedekah sebutir telur. Jika khatib naik mimbar, para malaikat pun datang
untuk mendengarkan khotbah.” (HR Bukhari-Muslim).
Pada riwayat lain disebutkan, “Ketika
tiba hari Jumat, malaikat berdiri di setiap pintu masjid untuk mencatat orang
sesuai dengan kedatangannya satu persatu. Jika khatib naik mimbar, mereka
menutup catatannya dan mendengarkan khotbah. Orang yang bersegera ke masjid
bagaikan bersedekah seekor unta, orang yang datang setelahnya bagaikan
bersedekah seekor sapi, kemudian orang yang datang setelahnya bagaikan
bersedekah seekor domba, dan berikutnya seperti sedekah ayam dan telur.”
Sahal bin Abi Sahal, periwayat hadist ini menambahkan, “Orang yang
datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk mendapatkan pahala Shalat.”
Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Orang yang mandi pada hari Jumat kemudian bergegas berangkat ke masjid
dengan berjalan kaki, mengambil tempat yang dekat imam lalu mendengarkan dan
tidak berbicara, maka setiap langkah kakinya ia mendapat pahala seperti pahala
puasa dan qiyamul lail selama setahun.” (HR At-Tarmidzi).
__perbanyaklah sedekah__
Monday, December 5, 2016
MANFAAT WUDHU UNTUK KESEHATAN
Wudhu menurut istilah diartikan sebagai kegiatan
mensucikan diri (sebelum shalat) dengan membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki
menggunakan air suci dan mensucikan.
Jenis jenis air yang bisa disebut suci dan mensucikan
adalah air hujan, air sumur, air laut, air sungai, air lelehan salju, air
kolam.
Wudhu bukan hanya sebagai sarana menyucikan diri
namun memiliki manfaat yang lebih luas. Manfaat yang diperoleh tidak hanya
dilihat dari segi unsur spiritual/ keagamaan saja, sebagaimana yang telah diuraikan
dalam artikel sebelumnya, namun wudhu juga bermanfaat secara universal sebagai
berikut :
1. Jika dilihat
secara keagamaan, wudhu yang paling utama adalah untuk menyucikan diri
sebelum melakukan ibadah shalat dan membaca Al Quran. Selain itu membersihkan
kotoran secara spiritual, bagian luar tubuh akan mengalami pembersihan dari
kotoran dan debu yang menempel pada tubuh ketika beraktifitas.
2. Wudhu
menjaga kesehatan tangan, tangan sebagai salah satu bagian tubuh yang harus
dibersihkan ketika melakukan wudhu terdiri dari jari tangan, kuku, telapak
tangan, bagian punggung tangan, pergelangan tangan, lengan bawah dan lengan
atas.
Dengan membersihkan tangan secara menyeluruh melalui
proses wudhu, maka kebersihan tangan kita akan terjaga melebihi manfaat dari
mencuci tangan biasa. Meskipun tidak menggunakan sabun, namun beberapa jenis
kuman yang menempel pada tangan akan bersih dan dapat hilang karena kita
melakukan prosesi pencucian tangan dengan berulang-ulang.
3.Wudhu dapat
menyegarkan tubuh, hal ini disebabkan oleh manfaat air yang mendinginkan
dan dapat menyegarkan. Karena tubuh menjadi segar, rasa kantuk dan lelah jadi
hilang, dan konsentrasi pikiran akan terjaga.
4. Wudhu bisa
menjadi media relaksasi, tubuh kita yang terkena percikan air selain merasa
segar akan merasakan kenyamanan dan rileks. Kondisi relaksasi ini juga memiliki
manfaat yang sangat penting bagi tubuh, antara lain dapat menghilangkan stres
dan beban pikiran, meningkatkan konsentrasi dan tidak gegabah.
Maka dari itu disarankan bagi kita untuk melakukan
wudhu tidak hanya sebelum melakukan ibadah shalat, namun kapanpun juga ketika
kita merasakan gejala yang membutuhkan proses relaksasi, insyaallah kita akan
dapat dari manfaat wudhu.
5. Wudhu mampu
menyegarkan wajah, sebagai salah satu bagian tubuh yang utama dalam
penampilan kita adalah wajah, kondisi wajah yang kusam,kaku dan terlihat suram
akan menyebabkan anda merasa tidak percaya diri dan mungkin dijauhi. Namun,
untuk mencegahnya kita dapat mencerahkan wajah dengan melakukan wudhu.
Biasanya setelah melakukan wudhu, kondisi wajah akan
menjadi cerah dan cemerlang. Karena kotoran wajah akan menjadi cerah dan
cemerlang. Karena kotoran serta debu yang menempel di wajah dapat hilang
sehingga menjadi lebih enak untuk dipandang.
Beberapa dokter kecantikan juga menyarankan
menggunakan air wudhu sebagai salah satu media yang dapat meningkatkan kesehatan
wajah. Kita bisa melakukan wudhu sebelum tidur, untuk menjaga kesehatan wajah
kita dan mencegah menumpuknya bakteri pada wajah.
6. Wudhu dapat
menjaga kehatan mulut, bagian tubuh yang ikut mengalami pembersihan adalah
mulut, yaitu dengan berkumur. Berkumur menggunakan air segar dapat membantu
menjaga kesehatan mulut kita. Beberapa manfaat yang dapat kita peroleh dari
berkumur ketika melakukan wudhu antara lain membunuh kuman yang ada di mulut,
mempercepat penyembuhan sariawan, dan mengurangi bau mulut.
7. Wudhu mampu
menjaga kesehatan telinga, dengan melakukan pembersihan pada telinga ketika
berwudhu kita akan mendapatkan telinga kita menjadi bersih dan tentunya dengan
selalu menjaga kebersihan telinga maka kesehatan telingapun akan selalu
terjaga, jenis radang radang telinga yang disebabkan oleh kotoran pada telinga
akan mudah untuk dicegah.
Ternyata manfaat wudhu tidak hanya bisa kita peroleh
dari segi spritual keagamaan saja, namun juga bermanfaat untuk kesehatan kita.
Ayo kita biasakan selalu menjaga wudhu agar kita bisa mendapat semua manfaat yang di berikan
dari wudhu.
Dari segi spiritual keagamaan, manfaat wudhu bisa dibaca di sini :
http://islammenakjubkan.blogspot.co.id/2016/12/manfaat-wudhu.html
___semoga kita semua selalu diberikan kemudahan untuk melakukan kebaikan___
Sunday, December 4, 2016
SEDEKAH TANPA HARTA, "KOK BISA?"
Sedekah tidak selalu harus diidentikkan dengan harta, selama
ini mungkin kita beranggapan bahwa hanya orang memiliki lebih harta saja yang
bisa bersedekah, hanya orang-orang yang dikategorikan kaya saja yang bisa
mendapat pahala sedekah. Namun ternyata tanpa menggunakah hartapun, kita bisa
mendapat pahala sedekah, hal ini menunjukkan bahwa pahala sedekah tidak hanya
bisa di nikmati oleh orang yang kaya. Ya, sedekah dengan kebaikan, sebagaimana
telah diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda :”semua kebaikan adalah sedekah”. (HR Muslim). Artinya, sedekah bisa
dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali, baik kaya maupun miskin, besar
maupun kecil. Kebaikan disini adalah semua perbuatan yang diridhai Allah SWT.
Yang dimaksud sedekah dalam hadis di atas bukan sedekah
harta, karena sedekah harta mungkin hanya terbatas bagi orang yang punya saja.
Adapun sedekah yang dianjurkan untuk dikeluarkan setiap hari oleh setiap orang
adalah sedekah kebaikan dengan berbagai macam cara. Itulah sedekah yang lebih
umum dan lebih luas daripada sedekah harta.
Maksud kebaikan itu sedekah adalah, bahwa paelakunya
mendapatkan pahala seperti orang yang bersedekah dengan harta, sedangkan pahala
kedua sedekah tersebut tergantung pada niat dan keikhlasan pelakunya kepada
Allah.
Hikmah sedekah dengan kebaikan yang diwajibkan oleh
Rasulullah SAW kepada seluruh persendian manusia, tanpak dalam mensyukuri Allah
SWT atas segala nikmat yang diperoleh manusia dengan usaha. Secara khusus
Rasulullah SAW menyebut persendian, karena sendilah yang bertugas menggerakkan
seluruh aktivitas manusia.
Sedekah dengan kebaikan diisyaratkan untuk membebaskan
manusia dari api neraka. Rasulullah SAW bersabda :”Allah SWT menciptakan setiap anak Adam dari 360 persendian. Barangsiapa
yang bertakbir kepada Allah, memuji, bertahlil, bertasbih, dan beristigfar
kepada Allah SWT, menyingkirkan batu dari jalan yang dilalui orang, mengajak
pada kebaikan, atau mencegah kemungkaran sejumlah 360, maka hari itu ia
berjalan menjauhkan dirinya dari neraka”. (HR Muslim).
Al Quran menjelaskan bahwa sedekah dengan kebaikan mempunyai
fungsi yang sama dengan sedekah harta dalam menyucikan jiwa dan menyatukan hati.
Bahkan bersedekah dengan perkataan yang baik kepada orang miskin lebih baik
daripada memberikan harta yang dibarengi dengan hinaan. Allah SWT berfirman :”Perkataan yang baik dan pemberian maaf
lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan
si penerima)” (QS. Al Baqarah, 2:263).
Sedekah harta yang disertai perkataan yang menyakitkan tidak
akan ada gunanya. Perkataan yang baik dan sikap yang ramah jauh lebih baik dari
itu. Perkataan yang baik akan menghilangkan luka dihati dan mengisinya dengan
kerelaan dan keceriaan. Pemberian maaf dapat menghilangkan kedengkian hati dan
menggantinya dengan persaudaraan dan persahabatan. Dalam konteks seperti ini,
perkataan baik dan pemberian maaf dapat mewujudkan tujuan utama sedekah, yaitu
menyucikan jiwa dan menyatukan hati.
Berkaitan dengan sedekah kebaikan ini Rasulullah SAW
bersabda :”hendaklah setiap jiwa
bersedekah setiap hari terhadap dirinya, mulai dari terbitnya matahari”
seorang sahabat bertanya, “Rasulullah, bagaimana mungkin bersedekah, aku tidak
punya apa apa?”. Rasulullah SAW menjawab :”diantara
pintu sedekah adalah takbir, tasbih, tahmid, tahlil, istigfar, mengajak pada
kebaikan, mencegah kemungkaran, menyingkirkan duri, tulang, dan batu dari
jalanan yang dilalui orang, menuntun orang tuna netra, mengeraskan suara di
depan orang tuna rungu, semua itu adalah pintu sedekah bagimu terhadap dirimu”.
(HR Ahmad).
Sedekah kebaikan berbeda dengan sedekah harta, karena
sedekah kebaikan bukan hanya diberikan kepada orang miskin, tetapi kepada semua
orang, baik kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, baik maupun jahat.
Bersedekah dengan kebaikan tidak terbatas pada seseorang atau suatu kaum saja.
Dengan demikian, sedekah kebaikan tidak bisa menyempurnakan
sedekah sunah yang bisa berperan sebagai pengganti sedekah wajib. Sedekah
kebaikan dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas kesehatan yang
diberikan, sedangkan sedekah harta sebentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas
harta yang dikaruniakan.
___mari
berburu pahala___
Friday, December 2, 2016
MANFAAT WUDHU
Berwudhu ternyata tidak hanya
menjadi kewajiban sebagai syarat sah nya shalat, tetapi juga terdapat banyak
manfaat yang bisa kita dapat dengan berwudhu. Berikut beberapa manfaat berwudhu
akan kita dapat,
1. Wudhu dapat Menghapus dosa
Abu Hurairah ra.berkata, bahwa
Rasulullah SAW, “maukah kalian aku
tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah SWT akan menghapus dosa-dosa dan
mengangkat beberapa derajat?”. Para sahabat pun menjawabnya, “tentu wahai
Rasulullah SAW.” Kemudian Rasulullah SAW menjawa, “menyempurnakan wudhu dalam keadaan tidak disukai (seperti cuaca sangat
dingin), memperbanyak langkah menuju masjid, menunggu shalat setelah shalat,
dan itulah ribath.” (HR Muslim)
Ketika Utsman bin Affan berwudhu
bersama Rasulullah SAW, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini lalu shalat dua rakaat tanpa
berbicara sesuatu terhadap diri sendiri dalam dua rakaat itu maka akan diampuni
dosanya yang telah lalu.” (HR Muslim)
Abu Hurairah ra meriwayatkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila
seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, maka tatkala ia membasuh wajahnya
keluarlah dari wajahnya seluruh dosa yang dilakukan matanya bersamaan dengan
air itu atau dengan tetesan terakhirnya. Apabila ia membasuh dua tangannya maka
akan keluar seluruh dosa yang dilakukan tangannya bersamaan dengan air itu atau
tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh dua kakinya maka keluarlah
seluruh dosa yang telah dilangkahkan oleh kakinya bersama air atau tetesannya
yang terakhir sehingga dia selesai wudhu dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.”
Hadist lain menyebutkan, Uqbah
bin Amir ra berkata, Rasulullah SAW bersabda, “tidaklah seseorang berwudhu lalu membaguskan wudhunya dan shalat dua
rakaat, hati dan wajahnya khuyu’ pada dua rakaat itu kecuali wajib baginya
surga
2. Anggota tubuh yang terbasuh
air wudhu akan bercahaya di hari kiamat
Hal ini berdasarkan hadist
Rasulullah SAW, hadist pertama diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah
bersabda, “Sesungguhnya umatku dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan ghurran
muhajjilin (wajahnya bercahaya dan badannya bersinar) karena bekas berwudhu,
maka barangsiapa mampu untuk memanjangkan ghurran hendaklah melakukannya.” (HR
Bukhari Muslim)
Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
“Muka dan tangan kalian nanti di hari
kiamat berkilauan berkas dari wudhu.” (HR Muslim)
Rasulullah bersabda, “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam
keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu
mereka.” (HR Muslim)
3. Malaikat akan mendoakan orang
yang tidur dalam keadaan berwudhu.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidur di malam hari dalam
keadaan suci (berwudhu) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia
bangun niscaya Malaikat itu akan berucap, ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si
fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.” (HR Ibnu
Hibbah dari Umar ra)
Selain itu Umar bin Harits
berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa
tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati di saat tidur maka matinya
dalam keadaan syahid di sisi Allah SWT.” Maksudnya orang yang berwudhu
sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi di sisi Allah SWT.
4. Wudhu dapat menjadikan berkah
terhadap makanan
Rasulullah SAW bersabda, “Keberkahan makanan adalah dengan wudhu
sebelum dan sesudahnya.” (HR Abu Dawud)
Setelah mengetahui banyaknya
manfaat yang diperoleh dari air wudhu, semoga kita senantiasa selalu istiqomah
untuk menjaga wudhu sepanjang hari dan memelihara kebersihan hati, jiwa, lisan
dari berbagai penyakit yang dapat menodai iman kita. Dan semoga kita semua kelak
termasuk orang orang yang mendapat syafaat air wudhu.
KEUTAMAAN MEMBACA AL-QURAN
Rasulullah
SAW bersabda : “Barangsiapa membaca satu
huruf dalam kitab Allah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan
berlipat sepuluh kali. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, akan
tetapi Sali satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf’” .(HR
At-Tirmidzi)
Membaca
Al-Quran termasuk dzikir yang paling baik. Al-Quran adalah kitab Allah yang
tidak memuat sedikitpun kebatilan. Siapa yang berkata berdasarkan Al-Quran
pasti ia benar. Siapa yang menghukum dengan landasan Al-Quran, ia pasti adil.
Siapa yang berdoa dengan Al-Quran, ia pasti diberi petunjuk pada jalan yang
lurus.
Rasulullah
mengumpamakan orang yang meninggalkan Al-Quran, tidak memahami kandungan
Al-Quran sedikit pun, dan tidak menerangi hatinya dengan Al-Quran, bagaikan
rumah yang runtuh. Rasulullah SAW bersabda :”Sungguh,
orang yang dalam hatinya tidak terbesit secuil pun dari Al-Quran bagaikan rumah
yang runtuh”. (HR At-Tirmidzi)
Membaca
Al-Quran akan memberikan syafaat bagi kita di hari kiamat. Rasulullah bersabda
: “Bacalah oleh kalian Al-Quran. Karena
ia (Al-Quran) akan datang pada hari kiamat kelak sebagai pemberi syafaat bagi
orang-orang yang membacanya.” (HR Muslim)
Al Quran juga sangat dianjurkan diperdengarkan untuk janin yang ada di dalam kandungan. lebih lebih dibacakan langsung oleh ibu dari janin tersebut. bacaan Al Quran akan menstimulasi kecerdasan otak janin yang masih bisa berkembang selama masa pertumbuhan di dalam kandungan. pada dasarnya janin yang menginjak usia 6 bulan akan memulai fase pembelajaran pertama di dalam kandungan. untuk itu dalam masa-masa tersebut janin akan mendengar dengan jelas setiap suara yang diperdengarkan. Bahkan pada usia tersebut janin juga akan memberikan respons terhadap apapun yang diperdengarkan. Jika selama ini kita mengetahui bahwa memperdengarkan musik klasik seperti mozart dapat memberikan peningkatan kecerdasan janin, satu hal yang perlu kita ketahui bahwa membaca Al Quran pun juga dapat meningkatkan kecerdasan otak janin jauh lebih baik lagi.
Anak-anak yang terbiasa mendengarkan bacaan Al Quran akan memiliki daya ingat yang tinggi. Ingatan yang tajam menjadikan anak ini mudak untuk menghafal, terutama hafalan Al Quran. Selain kecerdasan dalam hal hafalan, anak-anak yang terbiasa diperdengarkan bacaan Al Quran semenjak di dalam kandungan juga akan memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi.
Subhanallah, itu hanyalah sebagian kecil keutamaan membaca Al-Quran dari begitu banyak keutamaan lainnya yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk kita. Ayo lebih dekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan cara selalu melafalkan firman-firmannya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang akan mendapat syafaat dari AL-Quran di hari akhir nanti.
Al Quran juga sangat dianjurkan diperdengarkan untuk janin yang ada di dalam kandungan. lebih lebih dibacakan langsung oleh ibu dari janin tersebut. bacaan Al Quran akan menstimulasi kecerdasan otak janin yang masih bisa berkembang selama masa pertumbuhan di dalam kandungan. pada dasarnya janin yang menginjak usia 6 bulan akan memulai fase pembelajaran pertama di dalam kandungan. untuk itu dalam masa-masa tersebut janin akan mendengar dengan jelas setiap suara yang diperdengarkan. Bahkan pada usia tersebut janin juga akan memberikan respons terhadap apapun yang diperdengarkan. Jika selama ini kita mengetahui bahwa memperdengarkan musik klasik seperti mozart dapat memberikan peningkatan kecerdasan janin, satu hal yang perlu kita ketahui bahwa membaca Al Quran pun juga dapat meningkatkan kecerdasan otak janin jauh lebih baik lagi.
Anak-anak yang terbiasa mendengarkan bacaan Al Quran akan memiliki daya ingat yang tinggi. Ingatan yang tajam menjadikan anak ini mudak untuk menghafal, terutama hafalan Al Quran. Selain kecerdasan dalam hal hafalan, anak-anak yang terbiasa diperdengarkan bacaan Al Quran semenjak di dalam kandungan juga akan memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi.
Subhanallah, itu hanyalah sebagian kecil keutamaan membaca Al-Quran dari begitu banyak keutamaan lainnya yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk kita. Ayo lebih dekatkan diri kita kepada Allah SWT dengan cara selalu melafalkan firman-firmannya. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang akan mendapat syafaat dari AL-Quran di hari akhir nanti.
_____membaca
Al Quran membuat hati tenang_____
Thursday, December 1, 2016
MAULID NABI MUHAMMAD SAW
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Perayaan Maulid Nabi di Indonesia
Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi dilakukan dengan tradisi yang berbeda di setiap daerah. Di daerah Solo dan Yogyakarta, perayaan Maulid Nabi dilakukan pihak keraton dalam bentuk tradisi grebek maulud. Pihak keraton membagi-bagikan gunungan yang berisi berbagai jenis hasil bumi dan jajanan pasar kepada masyarakat. Di Mojokerto, tradisi Keresan identik dengan perayaan Maulid Nabi. Dalam tradisi Keresan, warga masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan aneka hasil bumi yang diikat di atas pohon keres. Pohon keres yang lebat dengan aneka hasil bumi ini adalah simbol kelahiran Nabi Muhammad yang membawa berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.
Lain halnya dengan daerah Banten, masyarakat setempat merayakan Maulid Nabi dengan acara ngeropok (rebutan) Panjang Maulud. Dalam acara ini, puluhan kendaraan dan gerobak hias yang diisi berbagai makanan, hasil bumi, pakaian dan barang lainnya diarak keliling kota dan kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Menurut sejarah ada dua pendapat yang menengarai awal munculnya tradisi Maulid.
Pertama, tradisi Maulid pertama kali diadakan oleh khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun 341 Hijriyah.
Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir liAhkamillah tahun 524 H. Pendapat ini juga dikemukakan oleh Al-Sakhawi (w. 902 H), walau dia tidak mencantumkan dengan jelas tentang siapa yang memprakarsai peringatan Maulid saat itu.
Kedua, Maulid diadakan oleh khalifah Mudhaffar Abu Said pada tahun 630H yang mengadakan acara Maulid besar-besaran. Saat itu, Mudhaffar sedang berpikir tentang cara bagaimana negerinya bisa selamat dari kekejaman Temujin yang dikenal dengan nama Jengiz Khan (1167-1227 M.) dari Mongol. Jengiz Khan, seorang raja Mongol yang naik tahta ketika berusia 13 tahun dan mampu mengadakan konfederasi tokoh-tokohagama, berambisi menguasai dunia. Untuk menghadapi ancaman Jengiz Khan itu Mudhaffar mengadakan acara Maulid. Tidak tanggung-tanggung, dia mengadakan acara Maulid selama 7 hari 7 malam. Dalam acara Maulid itu ada 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100.000 keju dan 30.000 piring makanan. Acara ini menghabiskan 300.000 dinar uang emas.Kemudian, dalam acara itu Mudhaffar mengundang para orator untuk menghidupkan nadi heroisme Muslimin.
Hasilnya, semangat heroisme Muslimin saat itu dapat dikobarkan dansiap menjadi benteng kokoh Islam .
Sejatinya, dua pendapat di atas sama-sama benar.
Alasannya, karena peringatan Maulid tidak pernah ada sebelum abad ketiga dan diadakan pertama kali oleh Mu’iz li Dinillah, dan ini hanya bertempat di Kairo dan masih belum tercium ke lain daerah. Sedangkan Mudhaffar adalah orang pertama yang memperingati Maulid di Irbil, yang dari Mudhaffar inilah peringatan Maulid mendunia.
Hikmah Maulid Nabi Muhammad
Hal baru yang tidak ada di masa para pendahulu (salaf salih) tidak bisa diklaim sebagai bid’ah sesat secara keseluruhan. Bila demikian, maka banyak sekali tradisi-tradisi yang memiliki tendensi hukum syara sebab dicakup oleh kaidah universal diklaim sebagai bid’ah sesat.
Tentang bid’ah, Imam Syafi’i, Izzuddin bin Abdissalam, Imam Nawawi dan banyak imam lain mengatakan bahwa bid’ah diklasifikasi menjadi lima. Ada wajibah, mandubah, makruhah, mubahah dan muharramah. Termasuk tradisi peringatan Maulid. Ulama sepakat bahwa tradisi Maulid bukan sunnah. Demikian ini telah ditegaskan Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Menurutnya, tradisi Maulid adalah bid’ah yang hasanah (mandubah). Beliau mengatakan, tradisi Maulid dinilai bid’ah dilihat dari sisi berkumpul bersama-sama dan dinilai hasanah karena memiliki tendensi-tendensi hukum syara dalam entri-entri kegiatan di dalamnya. Di dalam peringatan Maulid terdapat dzikir, shalawat, memuliakan Nabi dan sedekah, yang kesemuanya dianjurkan oleh syara.
Pendapat lain juga dijelaskan oleh Abu Bakar Sayyid Bakri ibn Sayid Muhammad Syathaal-Dimyathi. Beliau mengutip banyak pendapat yang sepakat atas hukum bid’ah hasanahnya memperingati Maulid, diantaranya, pendapat Imam Suyuthi, Imam as-Subki, Ahmad bin Zaini Dahlan dan Imam Abu Syamah.Abu Syamah mengatakan memperingati Maulid adalah paling baiknya bid’ah.
Perayaan Maulid itu, di samping juga sebagai momen bersedekah, sebagai bukti akan kebahagiaan dan kecintaan Muslimin kepada Nabi Muhammad saw.
Untuk hal ini, ada baiknya dikutip pendapat Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah mengatakan Muslimin yang memperingati Maulid atas niat yang tulus dan atas dasar cinta kepada Nabi Muhammad saw, maka akan mendapat pahala, bukan atas bid’ahnya.
Oleh karena itu, pada saat yang sama Ibnu Taimiyah memberikan solusi agar bid’ah yang terjadi dalam peringatan Maulid diganti dengan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan syara. Jadinya, peringatan Maulid akan mendapatkan pahala penuh.
Maulid Nabi Muhammad SAW pada tahun ini jatuh pada hari Senin tanggal 12 Desember 2016
__Perbanyaklah melafalkan shalawat sebagai bentuk cinta kita terhadap Rasulullah SWT__
Subscribe to:
Posts (Atom)






